Rumus Menghitung Uang Pertanggungan agar Perlindungan Maksimal

Nur Sania, SE, AWP®, QWP®
rumus menghitung uang pertanggungan

Menentukan besaran uang pertanggungan (UP) yang tepat merupakan langkah penting dalam memastikan perlindungan finansial yang optimal bagi diri sendiri dan keluarga. Untuk itu, memahami rumus uang pertanggungan dapat membantu Anda memperkirakan kebutuhan dana keluarga agar kesejahteraan mereka tetap terjaga meskipun terjadi risiko yang tidak diharapkan.

Secara umum, ada tiga pendekatan yang dapat dijadikan acuan untuk menghitung kebutuhan uang pertanggungan sesuai kondisi keuangan dan kebutuhan keluarga.

Yuk, simak penjelasan lengkap dari tim Moneyvesting untuk memahami cara menghitung uang pertanggungan secara tepat dan sesuai kebutuhan finansial Anda!

Rumus Menghitung Uang Pertanggungan

Ada 3 pendekatan rumus untuk menghitung uang pertanggungan (UP) yaitu:

1. Income Replacement Value

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menentukan rumus besaran Uang Pertanggungan (UP) asuransi jiwa adalah dengan mempertimbangkan total pendapatan, kemudian mengalikannya dengan jangka waktu perlindungan yang diharapkan dapat menopang kehidupan ahli waris.

Perlu dipahami bahwa metode ini bersifat sederhana karena belum memperhitungkan faktor inflasi maupun potensi pertumbuhan dana di masa mendatang.

Sebagai ilustrasi, Toni memiliki tanggungan seorang istri dan satu anak berusia 8 tahun. Penghasilan Toni sebesar Rp10 juta per bulan dan ingin memastikan perlindungan finansial hingga anak mencapai usia 23 tahun, maka jangka waktu perlindungan yang dibutuhkan adalah sekitar 15 tahun.

Dengan pertimbangan tersebut, kebutuhan Uang Pertanggungan yang ideal adalah = Rp10 juta per bulan x 12 bulan x 15 tahun = Rp1,8 miliar.

Baca juga: Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Memiliki Asuransi Jiwa

2. Human Life Value

Rumus menghitung uang pertanggungan selanjutnya dengan pendekatan Metode Human Life Value (HLV) yang memperhitungkan nilai ekonomi seseorang berdasarkan pendapatan, usia, serta potensi penghasilan di masa depan. Tujuannya untuk menggantikan pendapatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Dengan contoh Toni (35 tahun) di atas, bila Toni ingin menghitung UP dengan metode human life value, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:

Sisa usia produktif = 55 tahun – 35 tahun = 20 tahun

Penghasilan bersih x 12 bulan x sisa masa produktif

Rp10 juta x 12 bulan x 20 tahun = Rp2,4 miliar

3. Income Based Value

Metode rumus berikutnya adalah Income Based Value, yaitu perhitungan UP berdasarkan rata-rata jumlah penghasilan setiap bulan dengan memasukkan estimasi pertumbuhan dana (bunga) di dalamnya jika dimasukkan dalam produk perbankan.

Pada contoh Tomi (35 tahun), dan asumsi bunga 8% untuk deposito, maka perhitungan UP nya adalah

Penghasilan bersih dalam satu tahun / bunga = Rp 120 juta / 8% = Rp1,5 miliar

Baca juga: Cara Memilih Produk Asuransi Jiwa yang Tepat Sesuai Kebutuhan

Memahami rumus menghitung Uang Pertanggungan (UP) sangat penting agar perlindungan asuransi jiwa sesuai dengan kebutuhan. Namun, proses perhitungannya tidak selalu mudah karena melibatkan berbagai faktor, seperti pendapatan, tanggungan, dan rencana keuangan jangka panjang.

Jika Anda merasa kesulitan saat menghitungnya secara mandiri, pendampingan dari tim Moneyvesting sangat disarankan agar mendapatkan perencanaan maksimal.

Share This Article
Sania adalah seorang Trainer di industri asuransi jiwa dengan pengalaman sejak tahun 2021, yang aktif membagikan edukasi perencanaan keuangan kepada masyarakat melalui media digital. Berbekal pengalaman tersebut, Sania memiliki pemahaman praktis mengenai perencanaan keuangan, manajemen risiko, asuransi jiwa, serta dasar-dasar investasi. Fokus utama Sania adalah meningkatkan literasi keuangan, membantu keluarga Indonesia memahami pentingnya proteksi dan perencanaan jangka panjang, serta membangun masa depan finansial yang lebih aman dan terencana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *